Jumat, 22 Agustus 2014

Pedang Baja DAMASKUS


Sempat tidak tidur semalaeman, tapi bukan gara mikirin Hasil sidang MK, cuman gara nonton film sampai larut trus malah ndak bisa tidur ampe pagi.
Wal hasil mantengin status FB dan komen2 temen2 di grup WA, yang paling Hot tentu komen tentang hasil sidang PHPU di MK.
Ada yg marah2, ada yg sabar, ada yg sok nangis, pokoke banyaklah. Yg menarik adalah postingan dr Ust. Abuz Zubair.

Beliau mengutip Al Qur'an surat Al An'an 129 : "....dan demikianlah kami hadirkan pemimpin yg dholim ditengah rakyat yang dholim, akibat dari dosa mereka"
Beliau juga menasihati agar bersabar dan tetap mendengar dan taat atas kepemimpinan yang resmi.

Sementara bagi saya pribadi, ambil sisi positifnya saja dari hasil pilpres kemaren. Kalau gerakan kita nantinya terdholimi oleh penguasa yang mungkin berkuasa 5 atau 10 tahun, berarti selama itu kita lagi ditempa.
Dipanasi bara api dan kemudian dipukul dengan palu, dipanasi lagi, dilipat dan dipukul lagi dengan palu......
Demikian terus berulang-ulang.......

Saya jadi ingat bagaimana Baja Damaskus itu dibentuk menjadi sebilah pedang yang sangat terkenal dikalangan pecinta senjata. Baja ini ditempa berulang-ulang, bisa jadi ditempa dan dilipat ratusan kali sehingga membentuk alur lipatan yg khas, yang tujuannya untuk menghilangkan udara terjebak didalam material baja dan memaksa material menjadi keras sampai level yang maksimal.

Jadi jangan bersedih kalau nanti tribulasi diarahkan kepada anda, anggap saja kita baja damaskus yang lagi ditempa menjadi sebilah pedang yang sangat keras dan tajam. Namun perlu diingat, hanya Baja saja yang bisa ditempa menjadi pedang yang bagus, bukan material lainnya. semisal alumunium kalu ditempa ya jadinya panci, dandang, wajan dan sebagainyayang hanya nyaring kalau dibuat masak apalagi dijadikan alat musik perkusi alternatif. he..he..he..

Gambar : Pisau Baja Damaskus ( www.pinterest.com )

Selasa, 02 Juli 2013

Super Hero "Nyaman"

Nyaman......
Setiap orang pasti paham  arti kata tersebut, dan pastinya menginginkan berada dalam posisi atau kondisi tersebut.

Masalahnya "Nyaman" dalam rumus filusufisnya berbanding terbalik dengan Super hero, dalam realita super hero senantiasa dalam kondisi yang serba tidak nyaman, tidak beruntung, tersiksa atau "rekoso" dalam bahasa jawanya.

Simaklah kisah Hanuman yang harus ikhlas terbakar hanya untuk jadi super heronya pasangan Rama-Shinta atau kisah Nabi Daud yang harus bertarung dengan raksasa goliath untuk jadi pahlawan bagi kaumnya, dan jangan lupakan heroiknya masyarakat Bandung yang membakar kotanya sendiri untuk Merdeka.

Kalau ingin nyaman jangan menginginkan predikat super hero atau pahlawan melekat pada diri kita sebaliknya kalu ingin jadi super hero haruslah siap berada dalam kondisi yang serba tidak nyaman. 

Walaupun hanya sekedar jadi super hero untuk diri sendiri dan keluarga kecil kita, bersiaplah untuk ketidak nyamanan yang akan kita hadapi.

Jadi...pilihan tetap ada pada  anda sendiri, walaupun Sunnatullah pastilah kita akan bertemu juga dengan ketidak nyamanan.

Wallahu'alam

Kamis, 10 Februari 2011

Tips Memotret Tanpa Lampu Blitz

Lagi enak jebrat-jebret diacara yang super penting seumur hidup kita tiba-tiba kamera digital kita dah klenger duluan, padahal acara belum selesai. Endingnya jelas kita kehilangan moment penting kita. Kejadian yang dulu sering saya alami ini mungkin juga banyak yang bernasib sama.

Nah, untuk mengurangi resiko diatas sebenarnya dapat diakali dengan beberapa trik mengoptimalkan kamera digital kita – merek apapun, model apapun. Jamaknya peralatan elektronika lainnya, semakin banyak komponen yang bekerja maka daya yang dibutuhkan juga semakin besar. Dalam artikel kali ini kita akan mencoba mengurangi penggunaan lampu blitz bawaan kamera. Agak sedikit ribet memang, tapi bagi suka ngotak-atik kameranya mungkin bisa nambah skill fotografi kita. Lets cekidot;

1. Atur kamera pada mode manual dan jangan lupa matikan lampu blitz kemudian ambil satu foto dan lihat hasilnya. Kalau hasilnya gelap bin suram itu alamat kita kekurangan cahaya yang berhasil direkam oleh sensor kamera kita.

2. Coba naikkan ASA atau ISO kamera kita, biasanya kamera model sekarang mempunyai rentang ISO yang lumayan, mulai 50 sampai diatas 1600, kalau tipe enthusias sama DSLR bisa lebih besar lagi. Teorinya semakin tinggi ISO karema kita, maka kamera semakin peka terhadap cahaya, aturannya mudah untuk foto outdoor dengan banyak cahaya pakai iso rendah (25 sampai 200), outdoor minim cahaya pakai ISO sedang (400 sampai 800), klo didalam ruangan yang gelap bisa makai iso tinggi (diatas 1600). Catatanya adalah semakin tinggi ISO yang keta pakai besar kemungkinan foto kita makin blur.

ni foto pakai ISO 50, shutter speed 1/168

ni foto pakai ISO 800, shutter speed 1/168, terlihat lebih terang bro...

3. Kemudian coba ambil satu gambar lagi, klo masih gelap bin suram coba pakai jurus kedua, naikkan nilai kompensasi ev (exposure value), biasanya ada di menu kamera dan satu paket dengan settingan ISO. Naikkan nilainya 1 step keatas kemudian coba lagi ambil foto, kalau masih sama naikkan terus sampai gambarnya cukup terang.

4. Kalau jurus tersebut masih belum bisa, pakai yang lebih sulit lagi yaitu turunkan kecepatan bukaan lensa kamera (shutter speed) cuman aturannya klo kita mau makai speed rendah disarankan kamera jangan dipegang sama tangan kita, mending kita suruh si TRIPOD untuk menggantikan kita, masalahnya lagi lihat-lihat juga objek foto kita klo yang difoto lagi jingkrak-jingkrak ya jangan pakai speed rendah, nanti hasil fotonya malah mirip foto penampakan karena muncul siluet. Trik lainnya adalah gunakan fasilitas foto tunda atau timmer untuk menghindari kamera goyang akibat kita mencet tombol shutter kamera.

nini foto pake ISO 50, Shutter Speed 1/25 tanpa tripod jadi hasilnya kaya' penampakan

klo kucing ini pake ISO 80 Shutter Speed 1/80 dan tanpa goyang

5. Masih mentok lagi coba atur aperture kamera atau bukaan kamera, cuman masalahnya tidak semua kamera digital model point & shoot punya menu settingan ini. Aperture adalah lamanya lensa kamera terbuka untuk menangkap cahaya sehingga bisa direkam oleh sensor kamera. Semakin besar bukaannya dijamin cahaya yang masuk juga banyak jadi foto bisa terang atau bahkan kalu kelebihan cahaya fotonya jadi putih bersih lho :)

Oke, cukup sekian tipsnya, syukur ada yang mau ngoreksi atau nambahi, nuwun and met menjebret aja.