Kamis, 10 Februari 2011

Tips Memotret Tanpa Lampu Blitz

Lagi enak jebrat-jebret diacara yang super penting seumur hidup kita tiba-tiba kamera digital kita dah klenger duluan, padahal acara belum selesai. Endingnya jelas kita kehilangan moment penting kita. Kejadian yang dulu sering saya alami ini mungkin juga banyak yang bernasib sama.

Nah, untuk mengurangi resiko diatas sebenarnya dapat diakali dengan beberapa trik mengoptimalkan kamera digital kita – merek apapun, model apapun. Jamaknya peralatan elektronika lainnya, semakin banyak komponen yang bekerja maka daya yang dibutuhkan juga semakin besar. Dalam artikel kali ini kita akan mencoba mengurangi penggunaan lampu blitz bawaan kamera. Agak sedikit ribet memang, tapi bagi suka ngotak-atik kameranya mungkin bisa nambah skill fotografi kita. Lets cekidot;

1. Atur kamera pada mode manual dan jangan lupa matikan lampu blitz kemudian ambil satu foto dan lihat hasilnya. Kalau hasilnya gelap bin suram itu alamat kita kekurangan cahaya yang berhasil direkam oleh sensor kamera kita.

2. Coba naikkan ASA atau ISO kamera kita, biasanya kamera model sekarang mempunyai rentang ISO yang lumayan, mulai 50 sampai diatas 1600, kalau tipe enthusias sama DSLR bisa lebih besar lagi. Teorinya semakin tinggi ISO karema kita, maka kamera semakin peka terhadap cahaya, aturannya mudah untuk foto outdoor dengan banyak cahaya pakai iso rendah (25 sampai 200), outdoor minim cahaya pakai ISO sedang (400 sampai 800), klo didalam ruangan yang gelap bisa makai iso tinggi (diatas 1600). Catatanya adalah semakin tinggi ISO yang keta pakai besar kemungkinan foto kita makin blur.

ni foto pakai ISO 50, shutter speed 1/168

ni foto pakai ISO 800, shutter speed 1/168, terlihat lebih terang bro...

3. Kemudian coba ambil satu gambar lagi, klo masih gelap bin suram coba pakai jurus kedua, naikkan nilai kompensasi ev (exposure value), biasanya ada di menu kamera dan satu paket dengan settingan ISO. Naikkan nilainya 1 step keatas kemudian coba lagi ambil foto, kalau masih sama naikkan terus sampai gambarnya cukup terang.

4. Kalau jurus tersebut masih belum bisa, pakai yang lebih sulit lagi yaitu turunkan kecepatan bukaan lensa kamera (shutter speed) cuman aturannya klo kita mau makai speed rendah disarankan kamera jangan dipegang sama tangan kita, mending kita suruh si TRIPOD untuk menggantikan kita, masalahnya lagi lihat-lihat juga objek foto kita klo yang difoto lagi jingkrak-jingkrak ya jangan pakai speed rendah, nanti hasil fotonya malah mirip foto penampakan karena muncul siluet. Trik lainnya adalah gunakan fasilitas foto tunda atau timmer untuk menghindari kamera goyang akibat kita mencet tombol shutter kamera.

nini foto pake ISO 50, Shutter Speed 1/25 tanpa tripod jadi hasilnya kaya' penampakan

klo kucing ini pake ISO 80 Shutter Speed 1/80 dan tanpa goyang

5. Masih mentok lagi coba atur aperture kamera atau bukaan kamera, cuman masalahnya tidak semua kamera digital model point & shoot punya menu settingan ini. Aperture adalah lamanya lensa kamera terbuka untuk menangkap cahaya sehingga bisa direkam oleh sensor kamera. Semakin besar bukaannya dijamin cahaya yang masuk juga banyak jadi foto bisa terang atau bahkan kalu kelebihan cahaya fotonya jadi putih bersih lho :)

Oke, cukup sekian tipsnya, syukur ada yang mau ngoreksi atau nambahi, nuwun and met menjebret aja.

Senin, 01 November 2010

Mbaaah Marijaaaaan......!

Belakangan ini menjulang kembali ketenaran mbah marijan akibat bergolaknya kembali Merapi, terutama setelah sang juru kunci dijemput ajal oleh awan panas merapi.

Dengan menafikkan kontroversi tentang beliau, saya sedikit menggaris bawahi sikap setia beliau terhadap tugas dari HB IX. Menurut logika, seharusnya seorang raja/pemimpin selalu menginginkan yang terbaik untuk rakyatnya, termasuk kepada pada prajuritnya yang pada dasarnya memang disiapkan untuk mati.

Yang terjadi kepada sang penunggu gunung merapi memang sedikit "Out of the track", berpendirian setia terhadap sang raja tetapi membahayakan diri sendiri, padahal kalau sang raja masih hidup dan tahu sikap ini pastilah beliau melarangnya, mungkin lho!

Pola pikir ini sangat orisinal sekali, sangat Njawani sekali, kekolotan yang dibalut patriotik den dibumbui kesetian dan taklid. Sikap ini masih ada dalam kultur kita.

Mudah-mudahan kita tidak berkedok tugas ketika melakukan berbagai kesalahan dan penyimpangan dari nilai rasionalitas dan hukum tuhan.

Minggu, 31 Januari 2010

Tip Beli Komputer/Laptop

Memilih komputer yang bakal jadi teman setia kita, perlu banyak pertimbangan. Tujuannya adalah memaksimalkan uang yang sudah kita belanjakan dengan kemudahan yang kita dapat dari kpmputer yang kita beli.
Bukan bermaksud menggurui, tetapi sekedar berbagi ilmu saja. Berikut sedikit tips memilih dan membeli komputer atau laptop untuk kita :
1. Tujuan dan Spesifikasi.
Pastikan dulu tujuan kita membeli komputer/ laptop, dan kemudian sesuaikan dengan spesifikasi yang pas dengan tujuan kita. Misalnya kita beli komputer/laptop sekedar untuk aplikasi kantoran dan internetan saja tidak perlu memilih komputer dengan spesifikasi hardware tinggi, contohnya adalah komputer dengan prosesor maksimal dual core, ram 1 giga, hardisk 160GB tanpa discret video card sudah cukup untuk tujuan diatas.
Tetapi kalau aplikasi yang sering kita pakai adalah editing foto, desain grafis, atau streaming video, maka speksifikasi minimal adalah prosesor core 2 duo, ram diatas 1 giga, hardisk diatas 160GB, discret video dengan fitur sideport memory adalah yang pas buat kita.
Pastikan hal diatas kita perhatikan, jangan sampai salah karena ditanggung nyesel, contohnya saya, komputer yang saya pakai masih berprosesor celeron D, tapi sering saya pakai editing foto, pas saya pakai Photoshop cs dengan action scrip BBfilm strip 35mm hasilnya adalah komputer saya nge-hang, he... he...
2. Budget dan Merek
Yang ini tidak kalah penting, hitung dulu budget kita terhadap merek yang kita pilih dengan asumsi kita sudah tentukan spesifikasi pemakaian yang sesuai dengan kita.
Biasanya merek terkenal dan dengan teknologi terbaru harganya selangit jika dibandingkan dengan merek yang biasa-biasa saja dan teknologi yang tidak baru-baru amat harganya lebih membumi.
Contoh, laptop dengan prosesor intel Dual core T340 jelas lebih murah dari pada laptop dengan prosesor T6400. Memory dengan heatspreader jelas lebih mahal dari pada memory tanpa heatspreader, walaupun mereknya sam.
3. Garansi dan service
Tanyakan jaminan garansi produk kita pada penjual, usahakan cari yang garansinya paling lama dan meliputi berbagai klaim, misalnya cari memory komputer yang lifetime waranty, atau cari laptop yang garansi sparepartnya lebih dari 1 tahun.
Tanyakan juga lokasi servive center produk tersebut, usahakan cari merek yang lokasi service centernya dekat dengan kota kita, tujuan jika seandainya barang kita trouble tidak perlu mengembalikan lewat toko yang bukan service center karena biasanya bakab lama banget proses perbaikannya. Contohnya, beli laptop dikawasan solo-jogja dengan service center didekat kota solo-jogja adalah merek Axio, Advan, BenQ, Forsa dan beberapa merek lainnya.

Demikian sedikit bagi pengalaman dari saya, semoga berguna. Ingat, tetap bijak dalam up-date teknologi. Wallahu'alam